Timah dan permasalahannya

Timah adalah salah satu mineral hasil tambang yang memiliki prospek cerah. unsur kimia dari timah dalam tabel periodik yang memiliki simbol Sn (bahasa Latin: stannum) dan nomor atom 50 . Unsur ini merupakan logam miskin keperakan, dapat ditempa (“malleable”), tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga tahan karat, ditemukan dalam banyak aloy, dan digunakan untuk melapisi logam lainnya untuk mencegah karat. Timah diperoleh terutama dari mineral cassiterite yang terbentuk sebagai oksida. Selain timah putih juga terdapat timah hitam atau timbal dengan simbol Pb, yang merupakan bahan baku dalam baterai.

indiumtimahantimoni

Ge
Sn
Pb

 

Umum

Nama, Simbol, Nomor timah, Sn, 50
Seri kimia logam miskin
Kelompok, Periode, Blok 14 (IVA), 5, p
Densitas, Kekerasan 7310 kg/m3, 1.5
Penampakan

abu-abu keperakan mengkilap

Properti Atomik

Bobot atom 118.710 sma
Jari-jari atom 145 (145) pm
Jari-jari kovalen 141 pm
Jari-jari van der Waals 217 pm
Konfigurasi elektron [Kr]4d10 5s2 5p2
Elektron per tingkat energi 2, 8, 18, 18, 4
Bilangan oksidasi (Oksida) 4,2 (amfoter)
Struktur kristal Tetragonal

Ciri-Ciri Fisik

Keadaan benda Padat
Titik lebur 505.08 K (449.47 °F)
Titik didih 2875 K (4716 °F)
Volume molar 16.29 ×10-6 m3/mol
Kalor penguapan 295.8 kJ/mol
Kalor peleburan 7.029 kJ/mol
Tekanan uap 5.78 E-21 Pa at 505 K
Kecepatan suara 2500 m/s pada 293.15 K

Timah terbentuk sebagai endapan primer pada batuan granit dan daerah cekungan. bahan endapan metamorf yang biasanya berasosiasi dengan urat kuarsa timah serta dalam bentuk endapan sekunder yang didalamnya terdiri dari endapan alivium dan aluvial.

Produksi timah Indonesia sebesar 100.000 ton-120.000 ton per tahun mampu memasok 40 persen kebutuhan timah dunia. Pasokan timah yang besar itu ternyata belum mampu meningkatkan posisi tawar Indonesia terutama dalam menetapkan harga timah.

Para pelaku pertambangan timah di Indonesia masih bergerak sendiri-sendiri dan bahkan sebagian produksi timah dijual ke penadah dan selanjutnya diseludupkan ke luar negeri. seandainya hal ini dapat diatasi, maka posisi tawar Indonesia jadi kuat dan harga bisa ditingkatkan,”katanya. Di dunia, ada lima perusahaan timah besar yang menguasai 70 persen dari produk timah dunia. Lima perusahaan itu berada di China, dan Peru, sebuah negara di Amerika Selatan.

Akibat rendahnya posisi tawar Indonesia, maka harga timah sulit ditingkatkan dari 6.000 dollar AS per ton. Bila seluruh pelaku pertimahan di Indonesia bersatu, maka harga timah  bisa ditingkatkan sampai 10.000 dolar AS per ton.

Dengan kenaikan harga timah 1.000 dolar AS per ton dan produksi Indonesia sebesar 110 ribu ton, maka Indonesia telah kehilangan devisa sebesar Rp1 trilyun lebih.

Produsen timah dunia pernah mengajukan untuk memproteksi harga pada kisaran 8.000 dolar per ton. Sebagian besar setuju, tapi Peru yang memasok timah untuk pasar di AS menyatakan sulit melakukan terkait kebijakan perdagangan di negara adikuasa itu.

Daerah penambangan timah terpenting di Indonesia terdapat di Pulau Bangka, Belitung, dan Singkep. Melimpahnya cadangan dan cepatnya perkembangan proses substitusi dan daur ulang dalam pemanfaatan timah telah mengakibatkan merosotnya harga timah yang selanjutnya mengakibatkan kelesuan yang berkepan­jangan dalam pemasaran timah di seluruh dunia, termasuk pema­saran timah Indonesia. Namun, dalam situasi pasar yang tidak menggembirakan itu, produksi timah Indonesia dalam tahun-tahun ini menunjukkan nilai yang cukup menjanjikan dengan nilai produksi berkisar 105-125 ribu ton .

Sampai dengan tahun ini perkembangan harga timah di pasaran dunia tetap belum menggembirakan. Dalam upaya meningkatkan daya saing timah Indonesia di pasaran timah dunia

Sumber Daya Di Indonesia sangatlah melimpah ruah termasuk sumber daya timah. Timah merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan didapatkan dengan penambangan pada suatu daerah. Dengan Kuantitas dan kualitas yang sangat tinggi timah menjadi salah satu komoditi expor utama indonesia. Dilihat dari manfaatnya timah sangatlah berguna bagi kehidupan. Timah dipergunakan sebagai bahan dalam alat elektronik untuk menyambungkan papan sirkuit dan alat elektronik lainnya. Timah juga dipergunakan untuk bahan kaleng makanan dan pelapis metal anti karat banyak lagi.

Timah hitam atau timbal dikenal sebagai logam Pb dalam susunan unsur merupakan logam berat yang terdapat secara alami di dalam kerak bumi dan tersebar ke alam dalam jumlah kecil melalui proses alami. Apabila timbal terhirup atau tertelan oleh manusia dan di dalam tubuh, ia akan beredar mengikuti aliran darah, diserap kembali di dalam ginjal dan otak, dan disimpan di dalam tulang dan gigi.

Manusia menyerap timbal melalui udara, debu, air dan makanan. Salah satu penyebab kehadiran timbal adalah pencemaran udara. Yaitu akibat kegiatan transportasi darat yang menghasilkan bahan pencemar seperti gas CO3, NOx, hidrokarbon, SO2,dan tetraethyl lead, yang merupakan bahan logam timah hitam (timbal) yang ditambahkan ke dalam bahan bakar berkualitas rendah untuk menurunkan nilai oktan.

Timbal di udara terutama berasal dari penggunaan bahan bakar bertimbal yang dalam pembakarannya melepaskan timbal oksida berbentuk debu/partikulat yang dapat terhirup oleh manusia. Mobil berbahan bakar yang mengandung timbal melepaskan 95 persen timbal yang mencemari udara di negara berkembang. Sedangkan dalam air minum, timbal dapat berasal dari kontaminasi pipa, solder dan kran air.

Kandungan timbal dalam air sebesar 15mg/l dianggap sebagai konsentrasi yang aman untuk dikonsumsi. Dalam makanan, timbal berasal dari kontaminasi kaleng makanan dan minuman dan solder yang bertimbal. Kandungan timbal yang tinggi ditemukan dalam sayuran terutama sayuran hijau.

Penelitian menunjukkan bahwa timbal yang terserap oleh anak, walaupun dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan gangguan pada fase awal pertumbuhan fisik dan mental yang kemudian berakibat pada fungsi kecerdasan dan kemampuan akademik. Anak perkotaan di negara berkembang memiliki risiko yang tinggi dalam keracunan timbal. Menurut US Centre for Disease Control and Prevention, diperkirakan pada 1994, sebanyak 100 persen darah dari anak berumur di bawah dua tahun mengandung timbal yang melampaui ambang batas 10mg/dl dan 80 persen darah dari anak 3-5 tahun melebihi ambang batas tersebut. Anak yang tinggal atau bermain di jalan raya sering menghirup timbal dari asap kendaraan yang menggunakan bahan bakar bertimbal. Baru-baru ini dilakukan penelitian mengenai hal tersebut.

Jika hasil penelitian itu kelak dapat menyimpulkan bahwa kadar timbal dalam darah anak tidak lebih baik daripada penelitian pada 2001, kecurigaan yang mungkin muncul beralih pada pola konsumsi anak-anak, misalnya kebiasaan mengonsumsi makanan dalam kaleng. Di negara yang maju sekalipun, diperkirakan masih banyak anak yang darahnya mengandung timbal melebihi ambang batas. Diperkirakan 78 persen anak berumur di bawah dua tahun dan 28 persen anak berumur 3-5 tahun memiliki kandungan timbal dalam darah yang melebihi ambang batas.

Studi Toksisitas Timbal menunjukkan bahwa kandungan Timbal dalam darah sebanyak 100 mikrogram/l dianggap sebagai tingkat aktif (active level) berdampak pada gangguan perkembangan dan penyimpangan perilaku. Sedangkan kandungan Timbal 450 mikrogram/l membutuhkan perawatan segera dalam waktu 48 jam. Lalu, kandungan Timbal lebih dari 700 mikrogram/l menyebabkan kondisi gawat secara medis (medical emergency). Untuk kandungan timbal di atas 1.200 mikrogram/l bersifat sangat toksik dan dapat menimbulkan kematian pada anak. Kadar Timbal 68 mikrogram/l dapat menyebabkan anak makin agresif, kurang konsentrasi, bahkan menyebabkan kanker.

Hal ini diduga meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) anak-anak. Timbal yang terserap oleh anak, walaupun dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan gangguan pada fase awal pertumbuhan fisik dan mental yang kemudian berakibat pada fungsi kecerdasan dan kemampuan akademik. Sistem syaraf dan pencernaan anak masih dalam tahap perkembangan, sehingga lebih rentan terhadap timbal yang terserap. Pada kadar rendah, keracunan timbal pada anak dapat menyebabkan penurunan IQ dan pemusatan perhatian, kesulitan membaca dan menulis, hiperaktif dan gangguan perilaku, gangguan pertumbuhan dan fungsi penglihatan dan pergerakan, serta gangguan pendengaran.

Pada kadar tinggi, keracunan timbal pada anak dapat menyebabkan: anemia, kerusakan otak, liver, ginjal, syaraf dan pencernaan, koma, kejang-kejang atau epilepsi, serta dapat menyebabkan kematian. Anak dapat menyerap hingga 50 persen timbal yang masuk ke dalam tubuh, sedangkan dewasa hanya menyerap 10-15 persen. Anak dapat menyerap tiga kali dosis lebih besar dibandingkan orang dewasa karena memiliki perbandingan permukaan penyerapan dan volume yang lebih besar.

Penduduk di negara berkembang, terutama anak-anak, terancam paparan timbal yang sangat besar disebabkan oleh:

(a) Belum ada peraturan tentang emisi industri dan penggunaan bahan bakar yang mengandung timbal.

(b) lemahnya pelaksanaan peraturan lingkungan dan keselamatan kerja.

(c) Banyaknya industri rumah tangga pelapisan dan pengolahan logam.

(d) penerapan budaya tertentu seperti penggunaan alat masak dari keramik mengandung timbal dan penggunaan timbal untuk bahan kosmetik.

Masalah timbal ini memang tidak semudah yang terlihat. Di satu sisi, terdapat permasalahan terancamnya kualitas anak-anak sebagai generasi penerus akibat tercemar timbal. Keracunan Timbal dapat memicu tragedi sosial akibat penurunan kecerdasan dan kemampuan akademik anak yang akan menurunkan produktivitas dan kualitas bangsa di masa yang akan datang. Namun di sisi lain, ketika ditawarkan solusi penggunaan catalyc converter akan timbul masalah yang lain lagi yaitu rusaknya kendaraan akibat pemasangan catalyc converter tersebut.

Sampai saat ini, belum ada solusi lain yang lebih baik. Apakah masyarakat rela menyelamatkan anak-anaknya dari racun timbal dengan mengorbankan kendaraannya? Apalagi jika kita mengingat betapa bangganya masyarakat kita dengan mobilnya masing-masing. Bagi sebagian besar masyarakat kita, mobil sangatlah penting karena menunjukkan status sosial mereka.

Walaupun selintas mungkin jawabannya adalah menyelamatkan anak-anak mereka, tapi setelah mereka tahu berapa uang yang harus mereka keluarkan, mereka mungkin akar berpikir ulang. Terlebih lagi, banyak masyarakat yang masih tidak tahu besarnya efek pencemaran timbal bagi anak-anak. Sebenarnya, inti dari semua masalah ini save the world — selamatkan dunia. Kalau bukan kita siapa lagi?

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: