Chatting dalam pengaruhnya dalam perkembangan emosi remaja

Diakui ataupun tidak, namun saat ini dunia internet telah memberikan konstribusi yang besar bagi perkembangan mental psikologis remaja. Remaja banyak menghabiskan waktunya untuk menjelajah internet dalam berbagai macam bentuk, mulai dari browsing, googling, social networking, dan chatting. Remaja seakan membangun mimpi mereka sendiri dalam dunia maya. Hal ini sangat berpengaruh dalam pembentukan mental psikologis mereka. Nilai sosial akan terbentuk secara minimal, disebabkan kurangnya interaksi dengan lingkungan luar yang seharusnya membentuk remaja menjadi indifidu yang matng menuju kedewasaan.

Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental psikologis dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Agoes dariyo, 2004). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial.

Pada diri remaja, pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat. Walaupun remaja telah mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menentukan tindakannya sendiri, namun penentuan diri remaja dalam berperilaku banyak dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok teman sebaya (Conger, 1991 dalam artikel Psikologi Remaja).

Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang.(agoes dariyo,2004) Masa remaja akan penuh dengan gejolak pada diri tiap remaja dalam menjalani hidupnya. Permasalahan pencarian jati diri. Disini remaja akan sangat labil dan rentan, perilaku yang masih menggebu-gebu dan terkadang tidak berfikir panjang adalah ciri-ciri remaja. Dalam perkembangannya mental psikologis remaja adalah yang paling rentan akan gangguan, seseorang seringkali mendapat gangguan mental psikologis pada saat fase remaja.

Yang dimaksud dengan perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada rentang kehidupan. Perubahan itu dapat terjadi secara kuantitatif, misalnya pertambahan tinggi atau berat tubuh; dan kualitatif, misalnya perubahan cara berpikir secara konkret menjadi abstrak (Papalia dan Olds, 2001 dalam artikel psikologi remaja). Perkembangan dalam kehidupan manusia terjadi pada aspek-aspek yang berbeda. Ada tiga aspek perkembangan yang dikemukakan Papalia dan Olds (2001), yaitu: (1) perkembangan fisik, (2) perkembangan kognitif, dan (3) perkembangan kepribadian dan sosial.

Chatting menjadi sebuah lingkungan baru dalam perkembangan mental psikologis remaja. Chat yang sering dilakukan akan berpengaruh dalam perkembangan pola fikir, daya sosialisasi dan pembentukan kepribadian. Dengan melakukan chat yang sehat maka hal itu akan memberikan kontribusi yang baik pula bagi mental psikologis remaja, begitu pula sebaliknya. Chat yang baik adalah yang sesuai dengan adab dan etika chatting. Penyimpangan dalam chatting kerap dilakukan oleh remaja dikarenakan rasa ingin tahu dan sikap egosentris mereka yang besar.

Chatting berasal dari bahasa inggris yaitu “chat” yang berarti obrolan yang dilakukan dua indifidu atau lebih. Namun Makna kata chatting telah mengalami pengembangan makna, obrolan yang dilakukan dalam sebuah jalur internet yang dilakukan dengan aplikasi tertentu dalam bentuk teks juga disebut chatting. Aplikasi yang dipergunakan untuk melakukan chatting disebut dengan Internet Messanger atau IM. Saat  melakukan chatting chatters (pengguna chat) akan masuk ke dalam chatroom yang merupakan ruangan virtual yang sengaja dibuat untuk memberi fasilitas bagi chatters dalam melakukan chatting.

Chatting mulai menjadi populer sejak banyaknya IM yang dapat di download secara gratis (freeware) ataupun berbayar (shareware) dari situs-situs di Internet. Dengan semakin berkembangnya teknologi internet. Maka dunia chatting juga ikud berkembang dengan pesat. Telah banyak IM dengan berbagai versi yang terdapat di internet. Banyak juga website tertentu yang memberikan fasilitas chatting bagi para membernya. Website social networking atau jejaring sosial yang makin marak dipergunakan saat ini juga telah memberikan fasilitas chatting bagi para penggunanya sehingga mempermudah dalam berinteraksi antar member social networking tersebut. Facebook, friendster dll, merupakan contoh website yang telah memberikan fasilitas chatting didalamnya.

Selain melalui komputer atau PC chatting juga dapat dilakukan menggunakan ponsel atau handphone yang telah memiliki fitur standart internet dan java. Dengan mudahnya menjalankan aplikasi chatting melalui ponsel, chatting menjadi semakin mudah, fleksibel, dan dapat dilakukan kapan saja dimana saja. Dalam melakukan chat tak jarang chatters akan bertemu dengan orang yang berasal dari provinsi lain atau negara lain.dengan ini kita bisa memperluas wawasan dan koneksi .

Sisi baik dari kegiatan chatting adalah dapat menambah koneksi, teman sahabat ataupun pacar dengan cepat, mudah dan instan. Dengan bertambahnya teman, walaupun secara virtual. Dengan ini chatters bisa lebih mengenal dunia luar dengan lebih luas. Saling tanya jawab dan saling bertukar fikiran akan membuat wawasan lebih luas. Dalam chat room  juga bisa ditemui forum diskusi pada beberapa IM, sehingga chatters bisa bersosialisasi dan ikut andil dalam pemecahan suatu permasalahan yang dibahas.

Tak sedikit teman chat menjadi sahabat pada dunia nyata setelah bertemu dan memiliki kesamaan tujuan dan sifat. Pertemanan ini akan menjadi lebih erat seiring dengan interaksi yan dilakukan di dunia nyata. Tak jarang pula yang malah menjalin hubungan lebih lanjut seperti pacaran bahkan menikah yang pada mulanya berawal dari chatting.

Tak jarang chatting menjadi tempat berkumpulnya teman lama atau teman yang sudah lama tidak bertemu. Dengan seringnya bertemu saat chat maka ikatan pertemanan tidak terputus meskipun terpisah jarak dalam waktu yang lama. Dengan bertemunya teman lama, biasanya dibarengi dengan bertukar informasi yang diketahui. Ini akan membantu dalam bertambahnya ilmu yang berguna bagi remaja.

Selain memberi keuntukngan dalam faktor sosial,  Chatting juga bisa menambah ilmu akan penggunaan kata dan diksi sehingga memperlancar dalam perangkaian kata dalam membentuk kalimat yang efektif. Dengan semakin berkembangnya pendalaman akan pemilihan kata, maka secara garis besar remaja akan lebih mengerti cara penyampaian fikiran mereka melalui tulisan agar lebih mudah diterima dan dipahami oleh orang lain.

Jajaran tombol keyboard sering membuat orang bingung akan penempatannya, namun dengan chatting yang sering dilakukan melalui komputer jemari tangan akan menjadi terbiasa dan secara tidak disadari chatters akan menjadi hafal akan penempatan tombol alfanumerik pada keyboard. Secara tidak disadari chatting juga menjadi sarana pembelajaran pembiasaan penggunaan keyboard.

Namun chatting juga memiliki sisi buruk, dengan mudahnya akses yang dapat dilakukan melalui ponsel, chatters bisa lupa waktu bahkan addict (ketagihan) terhadap chatting, sehingga banyak hal yang seharusnya dikerjakan menjadi terbengkalai. Chatting juga sering disalahgunakan tidak sebagaimana mestinya seperti untuk mencontek, selingkuh, berbicara tidak senonoh, dan bahkan  kriminalitas.

Penyalahgunaan chatting yang baru-baru ini muncul adalah chat sex (cs), cs merupakan salah satu penyalahgunaan chatting yang seakan –akan melakukan hubungan sex melalui chat. Tak jarang cs dibarengi dengan bertukar foto yang tidak sepantasnya diperlihatkan. Menurut observasi yang telah saya lakukan pada dua IM melalui ponsel yaitu Mig33 dan Mxit. Dari 60 Chatters (pengguna chat) 54 orang pernah melakukan cs dan 86% dari mereka masih duduk di bangku SMP dan SMA. Sungguh ironis, pada usia pubertas dimana mental psikologis mereka masih labil, mereka malah mendapatkan pembelajaran yang tidak sepantasnya.

Ini merupakan sebuah kenyataan yang memang harus kita terima, remaja saat ini telah menganggap sex bukanlah hal yang tabu. Secara langsung ataupun tidak hal ini ikut berkontribusi dalam ppembentukan sudut pandang remaja terhadap sex. Banyak penelitian yang sudah dilakukan dan nyaris mengambil kesimpulan yang sama bahwa jumlah remaja yang melakukan seks bebas semakin tinggi setiap tahunnya. Setiap tahun sejak terjadinya krisis moneter, sekitar 150.000 anak di bawah usia 18 tahun menjadi pekerja seks. Sementara itu, menurut seorang ahli, setengah dari pekerja seks di Indonesia berusia di bawah 18 tahun, sedangkan 50.000 di antaranya belum mencapai usia 16 tahun.(dalam artikel perlunya pendidikan sex bagi remaja)

Pendidikan seks atau sex education memang memang diperlukan bagi kalangan remaja. Pembelajaran reproduksi yang sehat serta penolakan hubungan di luar  nikah akan mengurangi nilai angka seks bebas pada remaja. Namun berbeda bila mereka mendapatkan pengalaman seksual yang tidak komprehensif dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Penalaran remaja akan seks akan berbeda dan mengalami penyimpangan pola pandang terhadap seks.

Dalam dunia chat, chatters akan sering bertemu dengan orang-orang baru yang belum kita kenal. layaknya di dunia nyata di dunia maya juga banyak orang jahat yang berniat untuk mencari keuntungan dan berniat buruk. Banyak modus penipuan dan kejahatan lainnya berlangsung dalam kegiatan chat. Kerap terdengar akan penculikan anak dibawah umur terjadi akibat dari pertemanan mereka dengan sahabat di dunia maya. Ada juga modus penipuan yang berkedok bisnis usaha atau jual beli barang yang terjadi dengan sarana chatting, meskipun jarang ditemui, namun hal ini patut di waspadai.

Istilah chat yang sehat adalah ungkapan untuk kegiatan chat yang tidak menyimpang dari akidah dan etika chat yang ada. Dalam chatting kita layaknya juga memiliki etika dalam berbicara, mungkin karena tidak bertatap muka langsung dengan lawan bicara, saat melakukan chat  chatters seakan lebih bebas dan leluasa dalam mengungkapkan apa yang ada di fikirannya, namun terkadang karena terlalu bebas pembicaraan menjadi vulgar dan tidak senonoh.

Perilaku seperti itulah yang wajib dihindari, dengan pembentukan mental psikologis positif dan menghindari chat yang dianggap tidak pantas merupakan awal dari chat yang sehat. Selain itu faktor pemilihan teman chat juga sangat berpengaruh, dengan selektif memilih teman chatting, akan mempermudah untuk menghindari keburukan dari chatting.

Dalam chatroom tertentu terkadang dijumpai forum yang membahas suatu hal tertentu. Bila dirasa forum tersebut akan berguna atau tidak melampaui etika chatting, tidak ada salahnya untuk mencoba ikut didalamnya. Forum tersebut akan membuat wawasan akan lebih luas serta membentuk agar chatters menjadi lebih kritis dan belajar dalam musyawarah serta interaksi dalam bentuk diskusi bersama.

Meskipun telah melakukan chat yang sehat dengan tidak melanggar etika chatting. Sepatutnya chatters juga tidak terlalu berlama-lama dalam melakukan kegiatan chatting. Selain akan menakibatkan ketagihan,chatting yang terlalu lama akan mengakibatkan badan yang lemas, mata pedih, sakit pada jemari dan banyak lagi.

Chat yang terlalu lama juga akan membentuk pribadi yang pemalas karena merasa interaksi yang dilakukan dalam chatting sudah cukup tanpa dibarengi dengan interaksi pada dunia nyata. Karena terlalu lama chatting, dan kurangnya interaksi dengan dunia nyata maka remaja akan mudah merasa minder dan takut dengan orang lain. Bila telah parah akan timbul perasaan kalau chatting telah menjadi dunia yang sesungguhnya yang lebih nyata dari dunia sebenarnya. Karena itulah sebaiknya jangan terlalu lama dalam menjelajah dunia maya yang dibuat oleh manusia. Dunia yang sebenarnya adalah dunia tempat berinteraksi dan berintergrasi setiap hari deengan lingkungan.

Dengan mengetahui berbagai tuntutan psikologis perkembangan remaja dan pengaruh chatting terhadap pembentukan mental psikologis remaja, diharapkan para orangtua, pendidik dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada masa remaja ini sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian dan jiwanya.

Permasalahan yang sering muncul sering kali disebabkan ketidaktahuan para orang tua dan pendidik tentang baerbagai tuntutan psikologis ini, sehingga perilaku mereka seringkali tidak mampu mengarahkan remaja menuju kepenuhan perkembangan mereka. Bahkan tidak jarang orang tua dan pendidik mengambil sikap yang kontra produktif dari yang seharusnya diharapkan, sehingga semakin mengacaukan perkembangan diri para remaja tersebut. Sebuah PR yang panjang bagi orang tua dan pendidik, yang menuntut mereka untuk selalu mengevaluasi sikap yang diambil dalam pendidikan remaja yang dipercayakan kepada mereka. Dengan demikian, diharapkan para orang tua dan pendidik dapat memberikan rangsangan dan motivasi yang tepat untuk mendorong remaja menuju pada kepenuhan dirinya.(artikel perkembangan psikologi remaja)

Masa remaja adalah masa pembelajaran hidup.Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah.

Remaja haruslah sudah mengetahui hal yang patut dan tidak patut dilakukan. Dengan berpedoman dengan pendidikan moral dan agama akan membentuk kepribadian yang tak mudah tergoyahkan walaupun dengan godaan dari berbagai pihak dengan berbagai jalan. Karena itu peran orang tua sangatlah besar dalam membentuk landasan mental psikologis yang kuat dan tidak tergoyahkan oleh gangguan apapun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: